HARDIKNAS 2013 (SMAN 2 Barru)

Iklan

Soal dan Pembahasan Protista (Biologi X)

PROTISTA

1. Ciri-ciri protozoa antara lain :
1) Uniseluler,
2) Sel bersifat eukariotik,
3) Mempunyai pseudopodia (kaki semu),
4) Mempunyai alat gerak berupa bulu getar
5) Mempunyai makronukleus dan mikronukleus
Dari ciri-ciri tersebut, yang merupakan ciri Ciliophora adalah nomor …….
A. 1, 2, dan 4
B. 1, 4, dan 5
C. 2, 3, dan 4
D. 2, 4, dan 5
E. 2, 4, dan 5
Jawaban : B
Pembahasan : Ciliophora atau Ciliata mempunyai ciri-ciri yaitu uniseluler, mempunyai alat gerak yang berupa bulu getar dan memilki 2 inti sel (nukleus), yaitu makronukleus (inti besar), yang mengendalikan fungsi hidup sehari-hari dengan cara mensintesis RNA, juga berperan penting dalam reproduksi aseksual, dan mikronukleus (inti kecil) yang dipertukarkan pada saat konjugasi untuk proses reproduksi seksual.
2. Perhatikan gambar beberapa protista yang menyerupai hewan berikut ini.

Berdasarkan alat gerak yang dimilikinya kelompok Rhizopoda ditunjukkan oleh organisme yang bernomor …….
A. 1 dan 3
B. 1 dan 5
C. 2 dan 3
D. 2 dan 4
E. 3 dan 5
Jawaban : E
Pembahasan : Rhizopoda merupakan protozoa yang bergerak dengan kaki semu seperti yang terlihat pada gambar 3 dan 5

3. Beberapa ciri protozoa antara lain :
1) Tubuhnya mempunyai bulu getar
2) Alat unuk bergerak berumpa bulu cambuk
3) Mempunyai dua buah inti
4) Berkembang biak dengan cara membelah diri dan konjugasi
5) Hidup secara bebas dan parasit
Dari ciri-ciri tersebut, yang merupakan ciri-ciri Flagellata adalah ……. (lebih…)

Keajaiban Matematika

mathematic20numbersgif

Kita selalu mendengar orang berkata dia bisa memberi lebih dari 100%, atau kita selalu dalam situasi dimana seseorang ingin kita memberi 100% sepenuhnya.
Bagaimana bila ingin

 mencapai 101%?

Apakah nilai 100% dalam hidup?

Mungkin sedikit formula matematika dibawah ini dapat membantu memberi jawabannya.
Jika
ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ disamakan sebagai
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26
Maka, (lebih…)

PENGARUH KEBUDAYAAN BACSON-HOABINH, DAN DONGSON DI KEPULAUAN INDONESIA (Sejarah Kelas X)

Ras Mongoloid berasal dari daratan Tiongkok Selatan (Cina Selatan) yang bernama Yunan. Mereka datang dan menyebar dari daratan Tiongkok Selatan ke Asia Tenggara. Kampuchea, Vietnam, Laos, Myanmar, Filifina, Malaysia dan Indonesia. Bangsa ini menyebar dalam dua periode. Periode yang pertama dilakukan oleh bangsa yang bernama Paleo Mongoloid. Sementara periode yang kedua dilakukan oleh bangsa Neo Mongoloid. Kedatangan kedua bangsa ini terjadi pada permulaan abad sesudah Masehi tepatnya pada masa Neolithikum. Dengan peristiwa tersebut, maka penduduk asli kepulauan Indonesia menjadi terdesak ke arah timur, yaitu ke arah Maluku, Nusa Tenggara dan Irian.
Bukti-bukti adanya ras Mongoloid yang muncul di Indonesia dapat dilihat dari berbagai macam kebudayaan yang diketemukan terutama di wilayah Sulawesi.
Selain hasil-hasil budaya berupa kapak persegi dan kapak lonjong yang tertinggal di beberapa wilayah Negara kita, ras Mongoloid juga meninggalkan budaya Toala. Kebudayaan Toala berasal dari Sulawesi Selatan. Kebudayaan ini meninggalkan berbagai mata panah yang sangat spesifik bentuk.
Mata panah yang bergerigi ini ditemukan pada akhir abad ke-19, bersama dengan ciri-ciri ras Veddoid. Mata panah dari Toala muncul pada 8.000 tahun yang lalu. Mata panah yang dibuat di Maros ini mirip dengan mata panah Indian Amerika, hanya sisinya yang bergerigi dan dipakai untuk berburu.
Hasil kebudayaan Mongoloid yang muncul di kawasan Sulawesi telah menunjukkan bagaimana budaya asing yang menerima pengaruh dari kebudayaan Mongoloid, bangsa Indonesia juga menerima pengaruh dari budaya-budaya lain terutama di kawasan Asia Tenggara. (lebih…)

PERKEMBANGAN BUDAYA PADA MASYARAKAT AWAL INDONESIA (Sejarah Kelas X)

Perkembangan budaya Indonesia berdasarkan zaman
Perkembangan kebudayaan Indonesia berdasarkan pembagian zaman berikut ini :
1. Zaman Batu
Pada zaman ini manusia purba menjawab tantangan alam di sekitarnya dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada di sekitarnya khususnya batu. Dari batu mereka menciptakan
a. Paleolithikum/zaman batu tua
Alat-alat dari zaman batu tua dikerjakan dengan teknik pemotongann monofacial (dibuat dengan satu permukaan) dan bifacial (dibuat dengan dua permukaan). Bahan baku yang digunakan oleh masyarakat paleolithikum adalah batu kwarsa, batu kapur dan batu kali.
b. Mesolithikum/zaman batu madya
Pada zaman batu madya, penggunaan alat batu sudah lebih maju. Muncul pebble, flake, dan alat-alat dari tulang (). Zaman ini berlangsung pada 20.000 SM.
c. Neolithikum/zaman batu muda
Setelah kemunculan alat-alat tulang, pebble, dan flake, beberapa jenis hasil budaya baru muncul pada masa zaman batu muda. Masa ini ditandai juga dengan munculnya berbagai perhiasan, gerabah dan mata panah. Zaman batu muda merupakan masa perkembangan alat-alat hasil budaya yang lebih rumit. Zaman batu muda juga berhubungan erat dengan teori kedatangan bangsa Melayu Austronesia ke Indonesia. (lebih…)

Virus

Makhluk yang satu ini sudah tidak asing lagi bagi manusia, ia sering diidentikkan dengan penyakit karena umumnya kita mengenal virus sebagai salah satu agen penyebab penyakit. Tentu kita belum lupa kehebohan penyakit flu burung dan flu babi yang membuat kita bergidik ngeri. Bagaimana tidak? makhluk tak kasat mata itu bisa membuat manusia tiba-tiba tak berdaya, bahkan tak jarang mengantarkan pada kematian. Selain flu, banyak penyakit lainnya yang disebabkan oleh virus, seperti hepatitis, cacar, rabies, beberapa jenis kanker, HIV AIDS dan lain-lain.

Kata “virus” berasal dari bahasa latin yang berarti toxin atau racun. Sejak diketemukan tahun 1898, sudah lebih dari 5000 jenis virus yang berhasil diungkapkan identitasnya, tersebar hampir di semua ekosistem di muka bumi ini, ada yang menginfeksi manusia, tanaman, hewan besar, hewan kecil, archaea dan bahkan bakteri yang imut-imut pun dia serang juga.

Benda Hidup atau Mati?

Virus selalu mengintervensi tubuh atau sel makhluk hidup lain. Saat berada di luar sel inang, virus tak lebih hanyalah sebuah paket bahan kimia yang terdiri atas kapsid (protein selubung tubuh) dan materi genetik berupa asam nukleat. Virus tidak dapat berkembang (lebih…)